Followers

Senin, 12 November 2012

Untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia


Berbicara tentang pendidikan tentu berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia. Wacana bahwa kualitas seseorang tergantung dari pendidikannya tidaklah salah. Inilah yang menyebabkan pendidikan menjadi tonggak penting kemajuan.

Masalah pendidikan Indonesia memnjadi topik yang tak kunjung usai. Untuk tingkat kuantitas pendidikan saja, Indonesia lebih rendah dibanding negara-negara berkembang lainnya. Belum masalah infrastruktur dan lain-lain. Padahal dari hasil pencapaian tersebut, masih dipertanyakan bagaimana kualitasnya. Misalnya saja, UAN yang 2013 mendatang menetapkan standar kelulusan 6,00 (sebelumnya 5,50). Nah, meningkatnya standar kelulusan tersebut apakah diikuti juga oleh kualitas siswa-siswinya yang semakin meningkat?

Sejak 2006, Pemerintah sebenarnya sudah berencana untuk lebih mengefektifkan pelaksanaaan UAN, khususnya untuk SMA/SMK/sederajat, sehingga. SNMPTN tulis dihapus,  digantikan oleh UAN.  Oleh karena itu, sampai sekarang pemerintah masih terus ”mematangkan” konsep pelaksanaan UAN yang terdiri dari 20 jenis paket nanti. Ada  pula yang menyebutkan pengawas UAN berasal dari perguruan tinggi. Lalu, jadikah SNMPTM tulis digantikan UAN?  Dimana evaluasi juga dijadikan seleksi?

Pemerintah juga sudah upaya demi majunyaa pendidikan Indonesia. Namun tanpa adanya komponen pendukung, mana bisa?

Guru
Mayoritas orang bila berbicara soal pendidikan maka subyek utamanya pasti adalah guru. Idealnya guru adalah orang yang berkompeten dalam bidangnya, mampu menjadi panutan serta dapat menjadi sarana agar siswa-siswi memahami pelajaran. Guru adalah public fugur. Guru tak ubahnya tauladan dan sumber inspirasi. Itulah setidaknya yang saya rasakan.

Banyak guru disekolah sayang yang memberi motivasi sekaligus sumber inspirasi. Sebut saja Pak Riono (yang kensekuen dan memiliki cita-cita yang tinggi demi tercapai siswa-siswi yang berani bermimpi), Bu fat (yang selalu memotivasi, mengerti dan begitu care akan anak didiknya), Pak Edy (yang berprinsip teguh dan selalu dengan totalitas), dan banyak lagi diantaranya.

Sebaiknya, guru tak hanya menyampaikan materi sampai selesai, tapi juga menanamkan nilai nilai kehidupan.
Itulah sebabnya menjadi guru tidaklah mudah. Karena kontribusi dan perjuangannya, tidak berlebihan bila beliau disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa."

Kurikulum
KTSP 2006 sudah lama berjalan, namun pelaksanaannya masih belum konsekuen. Masih banyak penyampaian materi yang dilakukan hanya dengan satu arah, yaitu dari guru, sehingga siswa-siswi menjadi kurang aktif. Paadahal, pada hakikatnya kurikulum ditetapkan untuk efektifnya pembelajaran serta kesesuaian terhadap setiap komponen pendidikan.

Sepertinya adanya kurikulum yang ditetapkan oleh sekolah perlu di pertimbangkan demi sesuainya kurikulum untuk keadaan siswan-siswinya meski masih beracuan pada kurikulum pusat. Kendati demikian, hendaknya kurilulum tidak membuat siswa-siswi memprioritaskan pelajaran tertentu hingga mengabaikan pelajaran yang lain.

Dimasukkanya materi kelalulintasan juga perlu, pasalnya sebagian besar masyarakat masih awan dengan tata cara berlalulintas yang benar, padahal hal ini demi kebaikan bersama. Dengan begitu sedikit demi sedikit akan terwujud masyarakat yang beretika lalulintas. Pentingnya hal ini dapat dilihat pada ungkapan,”Bila Anda ingin melihat suatu negara, lihatlah kondisi lalulintasnya.”

Infrastruktur dan Sarana
Lupakan sejenak  tentang negara lain yang menggunakan sarana prasarana pendidikan yang super canggih. Lihatlah hal ini..



Itu adalah segelintir berita tentang kondisi sarana pendidikan di Indonesia. Ironis memang. Padahal setiap orang mempunyai hak untuk memndapatkan pendidikan yang layak.
Masyarakat selalu berharap infrastruktur memadahi, namun di sisi lain pendidikan gratis-lah yang dicari.

Anggaran untuk pendidikan dalam RAPBN sudah dinaikan menjadi 331,8 Trilliiun pada 2013 mendatang. Mengingat banyaknya mutu serta infrastruktur yang belum terpenuhi maka harus ada solusi lain.

“Bila memang tak punya, akuilah. Bila memang kaya, akuilah.”
Dengan begitu, secara tidak langsung “si kaya” lah yang menolong “si miskin” untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sekaligus infrastruktur yang memadai. Guru saya pernah bercakap-cakap dengan dengan salah satu siswa yang lumayan pandai dari kota Blitar. Guru saya bertanya, “Mengapa kamu tidak mendaftar melalui jalur SNMPTN Undangan atau SNMPTN Tulis saja,, kok malah mandiri?” Siswa tersebut menjawab, “Alhamdulillah, Pak. Saya beruntung mempunyai orang tua yang berkecukupan. Biarlah jalur tadi dilewati teman-teman saya yang tidak seberuntung saya.”
Adakah yang berfikiran menempuh jalan “mahal” demi sesama sekaligius memajukan pendidikan Indonesia selain dia?


Hal pertama yang harus diperhatikan untuk memajukan pendidikan di Indonesiaadalah kualitas, bukan kuantitas. Penanaman pemahaman harus dilakukan sejak awal, agar tidak salah kaprah menilai pada kuantitas yang cenderung membuat seseorang untuk memilih “jalan cepat”. Kualitas dulu, maka kuantitas akan mengikuti. Tak perlu cepat-cepat, yang penting bertahap.

Penghargaan terhadap pejuang-pejuang pendidikan Indonesia sudah seyogyamya ditingkatkan. Begitupun juga apresiasi terhadap siswa-siswi yang berprestasi serta pencetakan karakter bangsa pada mereka, sehingga kelak dapat memberikan kontribusinya terhadap kemajuan pendidikan Indonesia.

Pendidikan adalah korelasi antara komponen satu dengan yang lain, dimana komponen tersebut saling mendukung. Dengan adanya korelasi yang baik antar komponen, maka memajukan pendidikan Indonesia bukan lah hal yang mustahil.

Harapan demi majunya pendidikan di Indonesia tak pernah padam. Perjuangan tak surut meski dihadang banyak “kabut”.

“Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan pada negaramu.” 
– John F. Kennedy

8 komentar:

  1. kereeen nih postingan'nya....
    sukses bwt kontesnya...

    kunjungan perdana n slm kenal ;))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih :)

      kunjungan balik dan salam klenal :D

      Hapus
  2. Semangat Ya... Hidup Pendidikan Indonesia.. Bagikan IpAd gratis pada Mahasiswa . (*Lhoh)

    BalasHapus
  3. yes.. tetap semangat memajukan pendidikan Indonesia.. :)

    BalasHapus
  4. semoga...adik gue lulus UN nanti dehh.. :D
    salam kenal..mampir nd followback yahh..
    http://favouritesix.blogspot.com/

    "R"

    BalasHapus

Your comment will improve me :))