Followers

Selasa, 25 Desember 2012

Danur

Penulis: Risa Saraswati
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: 216 hlm
Penerbit: Bukuné
ISBN: 602-220-019-9
Harga: Rp30.000,00




Sinopsis
Jangan heran jika mendapatiku sedang berbicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat sedang bersamaku. Saat itu. mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

Kalian mungkin tak melihatnya.... Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut... hantu. Ya, mereka adalah hantu, jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil.

Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukanku. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda tawa Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick—dua sahabat yang sering berkelahi—alunan lirih biola William, dan tak lupa: rengekan si Bungsu Johnsen.

Jauh dari kehidupan "normal" adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih. yaitu kebersamaan selamanya. Aku tak bisa memberi itu. Aku mulai menyadari bahwa hidupku bukan hanya milikku seorang....
Namaku Risa. Aku bisa melihat 'mereka'.
Dan mereka", sesungguhnya, hanya butuh didengar.

Danur merupakan buku yang membuat mata saya lebih terbuka lebar untuk melihat hal-hal yang hal-hal yang lebih luas.

Sebelum tahu tentang Danur, saya terlebih dahulu tahu Risa Saraswati yang saat itu bercerita tetang kisah hidupnya yang "berbeda" di salah stasiun televisi. Hingga kemudian kisahnya dituangkan dalam sebuah buku, saya sangat tertarik untuk membacanya.

Sekilas tentang Danur
Tak mudah melalui fase kehidupan yang cukup rumit dengan usia yang rasanya belum mampu menghadapi serangkaian peristiwa tidak biasa, tak mudah menjalani hidup sebagai anak-anak normal jika semua yang kuanggap normal ternyata hal-hal tidak normal. Kuanggap tembok adalah benda hidup, sama seperti kalian.. teman-teman yang bisa kuajak berinteraksi untuk mendiskusikan apapun yang kuanggap penting. Kuanggap pohon adalah mahluk bergerak yang setiap saat bisa saja kumintai bantuan, yang setiap saat ikut bergerak saat kumelangkah, dan setiap saat melihat apa yang akan kulakukan..mencermati isi kepalaku.
Tubuhku begitu kecil saat kutahu kelima sahabatku ternyata onggokan belulang manusia tanpa kepala yang jelas jauh berbeda denganku yang masih bisa berdiri tegap, melangkah bebas, menapaki tanah, dan nyata untuk diraba. Bukan takut yang menyergap, perasaan iba muncul ke permukaan melebihi apapun yang pernah kurasakan terhadap mahkluk-mahkluk sepertiku.

Aku masih belia ketika akhirnya kelimanya pergi meninggalkanku sendiri ditengah bau Danur yang semakin mengusik hari-hariku. Kalian tahu apa itu Danur? Danur adalah air yang muncul dari jasad mahkluk hidup yang telah mati dan membusuk. Kututup penciumanku, kututup mataku, kututup hatiku untuk Danur-Danur baru yang muncul sepeninggal mereka.
Berjuang menyeimbangkan langkah agar tetap merasa normal hingga akhirnya kutemukan cara agar semuanya terasa baik-baik saja. Tak selamanya Danur itu menyengat dan membuatku lunglai, kelima sahabatku pergi… namun segala sesuatunya selalu sama, kepergian mereka mendatangkan sahabat-sahabat baru untukku. Pengalaman-pengalaman baru, kisah-kisah baru. Drama… selalu dipenuhi drama.

Telah kubuka gerbang dialog antara aku dan dunia mereka, telah kurangkai kisah-kisah baru. Penciumanku tetap tertutup rapat, namun kini telinga, mata,  hati, dan pikiranku terbuka lebar untuk mereka..
Tak selamanya Danur itu menjijikkan…
Karena kini aku bisa mencium banyak wewangian yang muncul karenanya…
Peter, William, Hans, Hendrick, Janshen, Samantha, Jane, Ardiah, Edwin, Teddy, Sarah, Elizabeth, Kasih… adalah beberapa tokoh dari sekian banyak sahabat di proses hidupku hingga kini…

Buku ini bercerita tentang kehidupan mistis tapi nyata, yang dialami sendiri oleh penulisnya, Risa Saraswati. Membaca Danur tak ubahnya seperti membaca diary Risa sekaligus para hantu. Diolah dengan berbagai sudut pandang, pembaca akan terhanyut oleh kisah "mereka" yang tak kasat mata, seolah "mereka" benar-benar bercerita pada kita.

Gaya penuturan  Risa pada bukunya ini terkesan seolah-olah "biasa". Maksud biasa dalam hal ini adalah Risa menghadirkan kisah seolah-olah "mereka" adalah manusia biasa, seperti tidak terlalu aneh bagi pembaca. Jadi, meskipun tetap terkesan horor, pembaca akan menemukan sisi "kemanusiaan" dari sosok "mereka". Seperti halnyakekecewaan, jatuh cinta, kesedihan, budaya, dan sebagainya.

Berbagai perasaan tergambar di sana. Perasaan seorang Risa, yang berbeda dari manusia kebanyakan, juga perasaan para hantu tentang kehidupan silamnya. Kebanyakan kisah "mereka"adalah kisah yang tragis. Namun di samping itu, selalu terdapat hikmah yang dapat diambil.

Buku ini membuka diri kita tentang keberadaan "mereka" yang terkadaang disalahartikan oleh manusia. Apalagi berkembangnya perfilman yang menampilkan pencitraan yang tidak sesungguhnya. Berbagai fakta dan nilai kehidupan akan didapatakan, seperti  perjuangan, persahabatan, serta kesetiaan. Beberapa kali saya merasakan ketegangan, beberapa kali tertawa, serta beberapa kali menangis. Gejolak yang saya rasakan berbeda, tidak seperti membaca buku-buku yang lain, karena dalam buku ini menghadirkan dimensi yang berbeda.

Dengan kisah yang kebanyakan menyayat hati, tragis, serta penggambaran tentang hantu yang belum tentu semua orang menganggapnya ada, membuat kisah ini belum tentu cocok untuk segala usia ataupun berbagai tipe pembaca.

Terlepas dari percaya atau tidaknya pembaca penggambaran dalam buku ini dapat membuat beberapa pembaca seakan terbayang-bayang sosok "mereka". Dapat juga membuat orang bertanya-tanya "apakah sosok mereka benar-benar ada ?", yang tentu saja membuat bulu kuduk merinding. Tak masalah pembaca melihat kisah buku ini sebagai fakta atau fiksi belaka, namun penulis berusaha menyampaikan ini positif dari keduanya. Dan setidaknya berhasil pada saya, dan saya pikir banyak pembaca danur lainnya juga demikian. 

Photobucket

21 komentar:

  1. cerita mistis yahh...
    bagus ini..pengen nyari bukunya ahh...

    BalasHapus
  2. Kekynya bukunya menarik nih.. #pinjemmm dekkkk ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ "̮

    BalasHapus
  3. interesting :D

    anyway, join my giveaway!
    win IDR50.000,- gift vouchers
    and get all stuffs with a half price! ❤

    BalasHapus
  4. Hai....salam kenal Dyah.
    Namaku Ami,kayaknya menarik juga baca "Danur" jadi pengen beli.
    Btw,kalau ada waktu mampir yach ke http://wwwamijasmine.blogspot.com
    Dahhhh.....

    BalasHapus
  5. .. wachhhhh,, kalo bisa sich dibaca pd waktu siank hari ato sore gitu. cz kalo malam n apalagi paz mau bo^. widichhhhhh,, pasti akan terbayang^ dech. apalagi aq pernah punya kejadian aneh gitu. huhh. bikin parno. he..86x ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru itu keasikannya sis, kalau siang atau sore mah gak dapet feelnya...

      Hapus
  6. Saya baru tahu soal bau danur, sepertinya bukunya menarik.

    BalasHapus
  7. Buku ini bercerita tentang kehidupan mistis tapi nyata <<== jadi, ini kisah nyata gitu???

    BalasHapus
  8. Udah baca yang Maddah belum? Seru juga lho :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum , nunggu temenku beli terus aku pinjem deh , heuheuheu :D

      Hapus

Your comment will improve me :))